Skip to main content

[APA ITU BEGAL] BEGAL ITU ADALAH MERAMPAS DENGAN KONOTASI NEGATIF CENDERUNG KEJI

restorasi blog - Apabila mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata begal adalah: begal /be·gal/ /bégal/ n penyamun; membegal /mem·be·gal/ v merampas di jalan; menyamun;pembegalan /pem·be·gal·an/ n proses, cara, perbuatan membegal; perampasan di jalan; penyamunan: - sering terjadi sehingga penduduk di daerah itu tidak berani memakai perhiasan kalau bepergian Dalam KBBI tersebut memang tidak secara eksplisit dibedakan antara perampasan dan pembegalan, yang sama-sama berarti merampas di jalan. Jadi nuansa kejam dan gelap yang saya miliki rupanya hanya sekedar imajinasi yang berkembang dalam diri saya sendiri.

Belakangan sedang marak fenomena begal di berbagai daerah. Di balik mirisnya fenomena ini, ada hal yang menurut saya membuat besar hati, yaitu munculnya kata 'begal' sebagai bagian dari lema kata arus utama. Dahulu mungkin orang hanya mengenal kata jambret untuk menyebut perilaku perampasan barang milik orang lain di jalan. Saya yang dibesarkan di kabupaten kecil di DIY sebenarnya mengenal kata itu sejak kecil, meskipun waktu itu masih samar-samar mengartikan antara begal, rampok dan maling. Namun demikian, kata ini memang memiliki nuansa yang lebih gelap dan sadis dibandingkan misalnya kata rampas. Dalam bayangan saya, dalam kata begal terdapat nuansa kejam dan pedih, seperti penggunaan senjata tajam untuk melukai korbannya. Hal ini berbeda dengan kata 'rampas' yang dalam bayangan saya hanya berupa proses merebut barang milik orang lain dengan kekerasan tanpa keinginan untuk melukai korbannya. Ketika dewasa, saya mendengar lagi kata begal ketika melakukan kunjungan ke Lampung yang memang memiliki banyak penduduk dari Jawa yang bertransmigrasi. Ketika itu kami diperingatkan oleh penduduk setempat untuk tidak bepergian ke pedalaman di malam hari karena banyaknya pembegalan yang dilakukan di jalan yang masih relatif sepi. Selain itu, ada fenomena pembegalan dalam bentuk lain, misalnya meminta ganti rugi yang jauh lebih besar dari nilai kerugian ketika menabrak hewan-hewan peliharaan warga. Umum terjadi kerugian menabrak ayam misalnya dimintai kerugian setara sapi, karena alasan kalau ayam dipelihara terus akan berkembang biak dan memiliki nilai serupa sapi. Pengendara yang tidak punya pilihan biasanya akan mengikuti permintaan karena adanya tekanan dan ancaman. Apabila mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata begal adalah: begal /be·gal/ /bégal/ n penyamun; membegal /mem·be·gal/ v merampas di jalan; menyamun;pembegalan /pem·be·gal·an/ n proses, cara, perbuatan membegal; perampasan di jalan; penyamunan: - sering terjadi sehingga penduduk di daerah itu tidak berani memakai perhiasan kalau bepergian Dalam KBBI tersebut memang tidak secara eksplisit dibedakan antara perampasan dan pembegalan, yang sama-sama berarti merampas di jalan. Jadi nuansa kejam dan gelap yang saya miliki rupanya hanya sekedar imajinasi yang berkembang dalam diri saya sendiri. Hal ini mungkin karena asal kata daerah yang menjadi sumber kata tersebut yang menurut saya mengandung nuansa kelam. Hal ini tidak berbeda dengan kata dari bahasa Jawa lainnya yang malahan sudah mendunia, yaitu amuk, yang sudah masuk dalam kamus bahasa Inggris: Amok, yang berarti to be out of control and act in a wild or dangerous manner (lihat ini). Sayang memang, sedikit sumbangan kita dalam bahasa Inggris ternyata berupa bahasa yang mengandung konotasi negatif. Namun demikian, saya sebenarnya berbesar hati dengan maraknya kata 'begal' dipergunakan secara luas. Kata ini saat ini sudah menjadi kata yang umum digunakan untuk mengganti kata perampasan di jalan oleh pelaku berkendaraan bermotor atau penjambretan. Naiknya kata ini menjadi kata yang populer menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia sangat kaya dengan makna dan nuansa. Kata yang dalam bahasa Inggris mungkin hanya memiliki satu kata: steal (maaf kalau saya salah, silakan ditambahi buat yang lebih ahli), dalam bahasa Indonesia bisa diterangkan dengan berbagai kata, dengan beragam nuansa. Penggunaan kata 'begal' ini menurut saya merupakan keanehan atau anomali di tengah banyaknya penggunaan kata-kata bahasa asing yang dipaksakan dalam bahasa kita sehari-hari. Karena itu, sebenarnya kita tidak perlu malu dan minder menggunakan bahasa Indonesia dalam berbagai kesempatan. Dan semuanya sepertinya memang harus berawal dari diri kita sendiri yang seringkali tidak PD dan kurang hebat menggunakan bahasa ibui. Kompasiana mungkin juga dapat memulai dengan mengganti rubrik-rubrik Head Line menjadi Berita Kepala, Trending Articles menjadi Artikel Populer (walau populer serapan juga), Highlight menjadi misalnya Artikel Utama, Featured Articles menjadi Artikel Menarik, dan sebagainya. Semoga kita dapat turut berperan memperkaya dan merawat bahasa kita yang sebenarnya sangat indah dan kaya nuansa. Kalau tidak kita, siapa lagi?

SUMBER: http://www.kompasiana.com/cru1s3r/begal-bahasa-apa-itu_54f8b600a3331107168b474f
Belakangan sedang marak fenomena begal di berbagai daerah. Di balik mirisnya fenomena ini, ada hal yang menurut saya membuat besar hati, yaitu munculnya kata 'begal' sebagai bagian dari lema kata arus utama. Dahulu mungkin orang hanya mengenal kata jambret untuk menyebut perilaku perampasan barang milik orang lain di jalan. Saya yang dibesarkan di kabupaten kecil di DIY sebenarnya mengenal kata itu sejak kecil, meskipun waktu itu masih samar-samar mengartikan antara begal, rampok dan maling. Namun demikian, kata ini memang memiliki nuansa yang lebih gelap dan sadis dibandingkan misalnya kata rampas. Dalam bayangan saya, dalam kata begal terdapat nuansa kejam dan pedih, seperti penggunaan senjata tajam untuk melukai korbannya. Hal ini berbeda dengan kata 'rampas' yang dalam bayangan saya hanya berupa proses merebut barang milik orang lain dengan kekerasan tanpa keinginan untuk melukai korbannya. Ketika dewasa, saya mendengar lagi kata begal ketika melakukan kunjungan ke Lampung yang memang memiliki banyak penduduk dari Jawa yang bertransmigrasi. Ketika itu kami diperingatkan oleh penduduk setempat untuk tidak bepergian ke pedalaman di malam hari karena banyaknya pembegalan yang dilakukan di jalan yang masih relatif sepi. Selain itu, ada fenomena pembegalan dalam bentuk lain, misalnya meminta ganti rugi yang jauh lebih besar dari nilai kerugian ketika menabrak hewan-hewan peliharaan warga. Umum terjadi kerugian menabrak ayam misalnya dimintai kerugian setara sapi, karena alasan kalau ayam dipelihara terus akan berkembang biak dan memiliki nilai serupa sapi. Pengendara yang tidak punya pilihan biasanya akan mengikuti permintaan karena adanya tekanan dan ancaman. Apabila mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata begal adalah: begal /be·gal/ /bégal/ n penyamun; membegal /mem·be·gal/ v merampas di jalan; menyamun;pembegalan /pem·be·gal·an/ n proses, cara, perbuatan membegal; perampasan di jalan; penyamunan: - sering terjadi sehingga penduduk di daerah itu tidak berani memakai perhiasan kalau bepergian Dalam KBBI tersebut memang tidak secara eksplisit dibedakan antara perampasan dan pembegalan, yang sama-sama berarti merampas di jalan. Jadi nuansa kejam dan gelap yang saya miliki rupanya hanya sekedar imajinasi yang berkembang dalam diri saya sendiri. Hal ini mungkin karena asal kata daerah yang menjadi sumber kata tersebut yang menurut saya mengandung nuansa kelam. Hal ini tidak berbeda dengan kata dari bahasa Jawa lainnya yang malahan sudah mendunia, yaitu amuk, yang sudah masuk dalam kamus bahasa Inggris: Amok, yang berarti to be out of control and act in a wild or dangerous manner (lihat ini). Sayang memang, sedikit sumbangan kita dalam bahasa Inggris ternyata berupa bahasa yang mengandung konotasi negatif. Namun demikian, saya sebenarnya berbesar hati dengan maraknya kata 'begal' dipergunakan secara luas. Kata ini saat ini sudah menjadi kata yang umum digunakan untuk mengganti kata perampasan di jalan oleh pelaku berkendaraan bermotor atau penjambretan. Naiknya kata ini menjadi kata yang populer menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia sangat kaya dengan makna dan nuansa. Kata yang dalam bahasa Inggris mungkin hanya memiliki satu kata: steal (maaf kalau saya salah, silakan ditambahi buat yang lebih ahli), dalam bahasa Indonesia bisa diterangkan dengan berbagai kata, dengan beragam nuansa. Penggunaan kata 'begal' ini menurut saya merupakan keanehan atau anomali di tengah banyaknya penggunaan kata-kata bahasa asing yang dipaksakan dalam bahasa kita sehari-hari. Karena itu, sebenarnya kita tidak perlu malu dan minder menggunakan bahasa Indonesia dalam berbagai kesempatan. Dan semuanya sepertinya memang harus berawal dari diri kita sendiri yang seringkali tidak PD dan kurang hebat menggunakan bahasa ibui. Kompasiana mungkin juga dapat memulai dengan mengganti rubrik-rubrik Head Line menjadi Berita Kepala, Trending Articles menjadi Artikel Populer (walau populer serapan juga), Highlight menjadi misalnya Artikel Utama, Featured Articles menjadi Artikel Menarik, dan sebagainya. Semoga kita dapat turut berperan memperkaya dan merawat bahasa kita yang sebenarnya sangat indah dan kaya nuansa. Kalau tidak kita, siapa lagi?

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/cru1s3r/begal-bahasa-apa-itu_54f8b600a3331107168b474f
Belakangan sedang marak fenomena begal di berbagai daerah. Di balik mirisnya fenomena ini, ada hal yang menurut saya membuat besar hati, yaitu munculnya kata 'begal' sebagai bagian dari lema kata arus utama. Dahulu mungkin orang hanya mengenal kata jambret untuk menyebut perilaku perampasan barang milik orang lain di jalan. Saya yang dibesarkan di kabupaten kecil di DIY sebenarnya mengenal kata itu sejak kecil, meskipun waktu itu masih samar-samar mengartikan antara begal, rampok dan maling. Namun demikian, kata ini memang memiliki nuansa yang lebih gelap dan sadis dibandingkan misalnya kata rampas. Dalam bayangan saya, dalam kata begal terdapat nuansa kejam dan pedih, seperti penggunaan senjata tajam untuk melukai korbannya. Hal ini berbeda dengan kata 'rampas' yang dalam bayangan saya hanya berupa proses merebut barang milik orang lain dengan kekerasan tanpa keinginan untuk melukai korbannya. Ketika dewasa, saya mendengar lagi kata begal ketika melakukan kunjungan ke Lampung yang memang memiliki banyak penduduk dari Jawa yang bertransmigrasi. Ketika itu kami diperingatkan oleh penduduk setempat untuk tidak bepergian ke pedalaman di malam hari karena banyaknya pembegalan yang dilakukan di jalan yang masih relatif sepi. Selain itu, ada fenomena pembegalan dalam bentuk lain, misalnya meminta ganti rugi yang jauh lebih besar dari nilai kerugian ketika menabrak hewan-hewan peliharaan warga. Umum terjadi kerugian menabrak ayam misalnya dimintai kerugian setara sapi, karena alasan kalau ayam dipelihara terus akan berkembang biak dan memiliki nilai serupa sapi. Pengendara yang tidak punya pilihan biasanya akan mengikuti permintaan karena adanya tekanan dan ancaman. Apabila mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata begal adalah: begal /be·gal/ /bégal/ n penyamun; membegal /mem·be·gal/ v merampas di jalan; menyamun;pembegalan /pem·be·gal·an/ n proses, cara, perbuatan membegal; perampasan di jalan; penyamunan: - sering terjadi sehingga penduduk di daerah itu tidak berani memakai perhiasan kalau bepergian Dalam KBBI tersebut memang tidak secara eksplisit dibedakan antara perampasan dan pembegalan, yang sama-sama berarti merampas di jalan. Jadi nuansa kejam dan gelap yang saya miliki rupanya hanya sekedar imajinasi yang berkembang dalam diri saya sendiri. Hal ini mungkin karena asal kata daerah yang menjadi sumber kata tersebut yang menurut saya mengandung nuansa kelam. Hal ini tidak berbeda dengan kata dari bahasa Jawa lainnya yang malahan sudah mendunia, yaitu amuk, yang sudah masuk dalam kamus bahasa Inggris: Amok, yang berarti to be out of control and act in a wild or dangerous manner (lihat ini). Sayang memang, sedikit sumbangan kita dalam bahasa Inggris ternyata berupa bahasa yang mengandung konotasi negatif. Namun demikian, saya sebenarnya berbesar hati dengan maraknya kata 'begal' dipergunakan secara luas. Kata ini saat ini sudah menjadi kata yang umum digunakan untuk mengganti kata perampasan di jalan oleh pelaku berkendaraan bermotor atau penjambretan. Naiknya kata ini menjadi kata yang populer menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia sangat kaya dengan makna dan nuansa. Kata yang dalam bahasa Inggris mungkin hanya memiliki satu kata: steal (maaf kalau saya salah, silakan ditambahi buat yang lebih ahli), dalam bahasa Indonesia bisa diterangkan dengan berbagai kata, dengan beragam nuansa. Penggunaan kata 'begal' ini menurut saya merupakan keanehan atau anomali di tengah banyaknya penggunaan kata-kata bahasa asing yang dipaksakan dalam bahasa kita sehari-hari. Karena itu, sebenarnya kita tidak perlu malu dan minder menggunakan bahasa Indonesia dalam berbagai kesempatan. Dan semuanya sepertinya memang harus berawal dari diri kita sendiri yang seringkali tidak PD dan kurang hebat menggunakan bahasa ibui. Kompasiana mungkin juga dapat memulai dengan mengganti rubrik-rubrik Head Line menjadi Berita Kepala, Trending Articles menjadi Artikel Populer (walau populer serapan juga), Highlight menjadi misalnya Artikel Utama, Featured Articles menjadi Artikel Menarik, dan sebagainya. Semoga kita dapat turut berperan memperkaya dan merawat bahasa kita yang sebenarnya sangat indah dan kaya nuansa. Kalau tidak kita, siapa lagi?

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/cru1s3r/begal-bahasa-apa-itu_54f8b600a3331107168b474f
Belakangan sedang marak fenomena begal di berbagai daerah. Di balik mirisnya fenomena ini, ada hal yang menurut saya membuat besar hati, yaitu munculnya kata 'begal' sebagai bagian dari lema kata arus utama. Dahulu mungkin orang hanya mengenal kata jambret untuk menyebut perilaku perampasan barang milik orang lain di jalan. Saya yang dibesarkan di kabupaten kecil di DIY sebenarnya mengenal kata itu sejak kecil, meskipun waktu itu masih samar-samar mengartikan antara begal, rampok dan maling. Namun demikian, kata ini memang memiliki nuansa yang lebih gelap dan sadis dibandingkan misalnya kata rampas. Dalam bayangan saya, dalam kata begal terdapat nuansa kejam dan pedih, seperti penggunaan senjata tajam untuk melukai korbannya. Hal ini berbeda dengan kata 'rampas' yang dalam bayangan saya hanya berupa proses merebut barang milik orang lain dengan kekerasan tanpa keinginan untuk melukai korbannya. Ketika dewasa, saya mendengar lagi kata begal ketika melakukan kunjungan ke Lampung yang memang memiliki banyak penduduk dari Jawa yang bertransmigrasi. Ketika itu kami diperingatkan oleh penduduk setempat untuk tidak bepergian ke pedalaman di malam hari karena banyaknya pembegalan yang dilakukan di jalan yang masih relatif sepi. Selain itu, ada fenomena pembegalan dalam bentuk lain, misalnya meminta ganti rugi yang jauh lebih besar dari nilai kerugian ketika menabrak hewan-hewan peliharaan warga. Umum terjadi kerugian menabrak ayam misalnya dimintai kerugian setara sapi, karena alasan kalau ayam dipelihara terus akan berkembang biak dan memiliki nilai serupa sapi. Pengendara yang tidak punya pilihan biasanya akan mengikuti permintaan karena adanya tekanan dan ancaman. Apabila mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata begal adalah: begal /be·gal/ /bégal/ n penyamun; membegal /mem·be·gal/ v merampas di jalan; menyamun;pembegalan /pem·be·gal·an/ n proses, cara, perbuatan membegal; perampasan di jalan; penyamunan: - sering terjadi sehingga penduduk di daerah itu tidak berani memakai perhiasan kalau bepergian Dalam KBBI tersebut memang tidak secara eksplisit dibedakan antara perampasan dan pembegalan, yang sama-sama berarti merampas di jalan. Jadi nuansa kejam dan gelap yang saya miliki rupanya hanya sekedar imajinasi yang berkembang dalam diri saya sendiri. Hal ini mungkin karena asal kata daerah yang menjadi sumber kata tersebut yang menurut saya mengandung nuansa kelam. Hal ini tidak berbeda dengan kata dari bahasa Jawa lainnya yang malahan sudah mendunia, yaitu amuk, yang sudah masuk dalam kamus bahasa Inggris: Amok, yang berarti to be out of control and act in a wild or dangerous manner (lihat ini). Sayang memang, sedikit sumbangan kita dalam bahasa Inggris ternyata berupa bahasa yang mengandung konotasi negatif. Namun demikian, saya sebenarnya berbesar hati dengan maraknya kata 'begal' dipergunakan secara luas. Kata ini saat ini sudah menjadi kata yang umum digunakan untuk mengganti kata perampasan di jalan oleh pelaku berkendaraan bermotor atau penjambretan. Naiknya kata ini menjadi kata yang populer menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia sangat kaya dengan makna dan nuansa. Kata yang dalam bahasa Inggris mungkin hanya memiliki satu kata: steal (maaf kalau saya salah, silakan ditambahi buat yang lebih ahli), dalam bahasa Indonesia bisa diterangkan dengan berbagai kata, dengan beragam nuansa. Penggunaan kata 'begal' ini menurut saya merupakan keanehan atau anomali di tengah banyaknya penggunaan kata-kata bahasa asing yang dipaksakan dalam bahasa kita sehari-hari. Karena itu, sebenarnya kita tidak perlu malu dan minder menggunakan bahasa Indonesia dalam berbagai kesempatan. Dan semuanya sepertinya memang harus berawal dari diri kita sendiri yang seringkali tidak PD dan kurang hebat menggunakan bahasa ibui. Kompasiana mungkin juga dapat memulai dengan mengganti rubrik-rubrik Head Line menjadi Berita Kepala, Trending Articles menjadi Artikel Populer (walau populer serapan juga), Highlight menjadi misalnya Artikel Utama, Featured Articles menjadi Artikel Menarik, dan sebagainya. Semoga kita dapat turut berperan memperkaya dan merawat bahasa kita yang sebenarnya sangat indah dan kaya nuansa. Kalau tidak kita, siapa lagi?

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/cru1s3r/begal-bahasa-apa-itu_54f8b600a3331107168b474f

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Menurunkan berat badan dan menjaga berat badan: 7 rekomendasi dari mereka yang berhasil

Menurunkan berat badan dan menjaga berat badan: 7 rekomendasi dari mereka yang berhasil Banyak yang cenderung menurunkan berat badan , tetapi tidak semua orang bisa menjaga berat baru untuk waktu yang lama. Pengalaman orang lain tentang kebiasaan baik bisa bermanfaat! Di sini , misalnya ...

Petinju Kanada Adonis Stevenson, yang kehilangan gelar juara dunia kelas berat

Petinju Kanada Adonis Stevenson, yang kehilangan gelar juara dunia kelas berat (hingga 79,38 kg) menurut versi World Boxing Council (WBC) dari Ukraina Alexander Gvozdik, membuka matanya dan berhasil berkomunikasi dengan kerabatnya. Laporan tentang hal ini TASS . Kondisi umum atlet dinilai stabil, tetapi menurut informasi yang belum dikonfirmasi, sisi kanan tubuhnya lumpuh. Ingat, setelah kekalahan dengan KO dari Gvozdika, Stevenson dibawa ke koma medis, dan sejak Senin tidak ada berita tentang kesehatannya. Berita terbaru bahwa seorang  petinju telah beralih dari kondisi kritis ke kondisi stabil . Carnation mengalahkan Stevenson dengan KO dan menjadi juara dunia WBC Seperti dilaporkan sebelumnya oleh NEWSONE, juara dunia baru di antara petinju profesional, pemilik sabuk WBC,  Alexander Gvozdik, merekam pesan video dengan kata-kata dukungan yang ditujukan kepada pejuang Kanada Adonis Stevenson.

Di Inggris, Anda berkesempatan memenangkan lotere berhadiah rumah senilai lebih dari 116 milyar.

FOTO: © WINDANCERSHILLHOUSE.COM Di Inggris, Anda berkesempatan memenangkan lotere berhadiah rumah senilai lebih dari 116 milyar. Yup, bener banget judul diatas,, kalo anda orang sono tapi ya,, hehe Jadi pada awal mulanya ada seorang warga inggris yang memiliki rumah bergaya Georgia, Dancers Hill House, berusaha menjualnya, tetapi menghadapi kesulitan. Alasannya adalah si pembeli harus membayar pajak, yang jumlahnya bisa mencapai 12% dari nilai properti, dan untuk alasan ini,, mansion ini tidak populer di pasar bahkan tidak ada yang melirik sedikitpun. Dengan rasa frustasi dan kecewa tiada tara. Akhirnya, pemilik memutuskan untuk memasang rumahnya di lotre sebagai hadiah. Mengapa? Karena dalam hal ini, di Inggris sana jika hadiah Lotere dapat tidak kena pajak. Siapa pun yang ingin mencoba keberuntungan mereka, Anda hanya perlu membeli tiket senilai $ 17 dan menjawab pertanyaan: "Siapa raja yang berkuasa pada Hari Natal di tahun ketika Dancers Hill House dibangun?...

Memperbaiki untuk Solusi: JENIS-JENIS KONEKTOR YANG BIASA DIGUNAKAN UNTUK KA...

Memperbaiki untuk Solusi: JENIS-JENIS KONEKTOR YANG BIASA DIGUNAKAN UNTUK KA... : JENIS-JENIS KONEKTOR YANG BIASA DIGUNAKAN UNTUK KABEL OPTIK. Jenis Konektor Pada Kabel Fiber Optik Hampir pada semua jenis sambungan ... untuk kejelasan lebih lanjut bagaimana cara untuk penyambungan kabel fiber optik yang putus anda bisa mengikuti link berikut untuk mengetahui, di blog tersebut juga terdapat video tutorial untk penyambungan kabel fober optik yang putus.

7 cara mendapatkan perut rata tanpa diet dan olahraga

Musim pantai sudah berakhir, tetapi ini tidak berarti bahwa mimpi perut rata harus ditunda sampai musim semi berikutnya. Setelah semua, pada kenyataannya, mendapatkan kubus yang didambakan tidak sesulit kelihatannya pada pandangan pertama. Tidak perlu melelahkan diri Anda dengan latihan paling keras dan diet ketat - menurut pelatih dan ahli gizi berpengalaman, cukup untuk mengikuti tujuh aturan sederhana.

kemunculan sebuah rumah dalam bentuk kerucut raksasa di tengah hutan Amerika

Di rumah tersebut hanya ada satu kamar di mana tempat tidur ganda yang tersedia.   FOTO: ALISSA KOLOM Desainer dari studio Amerika 02 Treehouse menciptakan rumah pohon yang tidak biasa. Konstruksi, terbuat dari baja dan kayu, beratnya 5 ton dan terletak pada ketinggian sekitar 15 meter di atas tanah. Rumah itu terlihat seperti gumpalan raksasa - hanya ada satu kamar di kamar tempat tidur ganda berada. Bangunan itu memiliki banyak jendela - terbuat dari akrilik - yang darinya terdapat lanskap hutan yang mengesankan. Memanjat ke rumah pohon diperlukan di tangga, sambil tidak melupakan seragam keselamatan. Tidak ada kamar mandi di rumah, dan jika perlu menggunakannya, penyewa rumah harus turun dan pergi ke rumah terpisah di mana kamar mandi, toilet dan wastafel berada. Sampai baru-baru ini, rumah itu dapat dihapus di Airbnb, tetapi sekarang sebuah gumpalan raksasa disiapkan untuk dijual - mereka ingin sekitar $ 150.000 untuk itu. Bekerja pada instalasi rumah ...

Di Jepang, perumahan kaum muda didistribusikan secara gratis

Pemuda Jepang memiliki setiap kesempatan untuk mendapatkan perumahan gratis - otoritas kota-kota kecil memberi orang-orang muda rumah yang sebelumnya ditinggalkan. Pada akhir November, sebuah program diluncurkan di Jepang untuk mengurangi jumlah tempat tinggal yang ditinggalkan. Pemerintah kota menjual rumah-rumah ini dengan harga simbolis murni atau mendistribusikannya sama sekali gratis. Untuk mendapatkan rumah seperti itu, Anda harus menjadi warga negara atau memiliki visa kerja dan bekerja di sana. Saat ini di Jepang ada sekitar 8 juta rumah terlantar. Alasan utama untuk ini adalah demografis: lansia tidak dapat memelihara perumahan mereka sendiri dan pindah ke anak-anak atau ke panti jompo, dan setelah kematian mereka, perumahan tetap tidak dimiliki.

Pernikahan korea

Pernikahan korea Secara tidak sengaja menyaksikan upacara pernikahan. Orang asing yang dekat tidak diperbolehkan, tetapi Anda dapat menemukan tempat di mana Anda dapat dengan jelas melihat apa yang terjadi. Semuanya sangat sulit dan umumnya tidak bisa dipahami. Prosesnya panjang, suram, dan terasa menyakitkan bagi semua orang. Namun, cerah, penuh warna dan tidak seperti apa pun. Siapa pria yang bertopi ini? Dia berbicara dengan monoton, mengucapkan mantra, dan bibi itu sepertinya menerjemahkannya ke mikrofon. Saya tidak mengerti bahasa Korea, ini hanya asumsi saya. Pengantin wanita dibesarkan beberapa kali dan duduk kembali. Gugatan itu terasa berat dan tidak nyaman, karena itu terjadi agak kikuk. Dari pengantin pria, saya hanya melihat kepala ketika dia bangun.     Pada hari pernikahan, ibu mempelai laki-laki mengenakan hanbok berwarna biru, ibu dari pengantin wanita dalam warna pink. Kerabat dekat harus mengenakan sarung tangan putih dan den...

Cara menghilangkan lemak perut: 6 metode yang sudah terbukti

Cara menghilangkan lemak perut: 6 metode yang sudah terbukti Lipatan di perut tidak hanya terlihat buruk, tetapi juga dapat menyebabkan diabetes dan penyakit jantung. Karena itu, Anda harus menyingkirkannya sesegera mungkin. Untuk mengetahui apakah Anda memiliki masalah dengan lemak berlebih di perut Anda, ukur lingkar pinggang dengan selotip. Jika Anda seorang pria, hasilnya tidak boleh lebih dari 102 cm, jika seorang wanita adalah 88 cm, mereka yang memiliki jumlah yang lebih tinggi perlu menggunakan salah satu dari metode ini.